Skip to content
Bagas' Hideout

Baju yang sama setiap hari

Cerita2 min read

Dulu ketika saya masih menjadi mahasiswa baru, saya membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menjawab pertanyaan "mau pake baju apa hari ini?". Apalagi kalau sudah membuka lemari baju saya dan melihat tumpukan baju yang banyak.

Karena sudah dibiasakan ketika jaman SD sampai SMA untuk memakai seragam. Sudah ditentukan kalau senin selasa pakai baju putih abu-abu, rabu kamis pakai baju khas sekolah, dan jumat sabtu menggunakan baju pramuka.

Sehingga jelas tentang apa yang harus dipakai di hari ini, esok, dan seterusnya.

Dan akhirnya lulus SMA, kemudian masuk ke jenjang perguruan tinggi atau fase perkuliahan. Yang ketentuan berpakaiannya dibilang ketat juga enggak, tapi bebas juga ga bebas-bebas amat. Parameter wajib untuk dipatuhi di kampus yang saya masih ingat adalah yang penting sopan, baju berkerah, dan celana tidak boleh ketat atau menggunakan model celana jeans.

Dan akhirnya dulu saya membeli beberapa model pakaian. Mulai dari kemeja berkerah, kaos berkerah, celana dasar, dan lain-lain. Dan tentunya dengan warna yang bermacam-macam.

Mulai menggunakannya setiap hari saat kuliah, dan saya mulai cemas. Cemas dengan pandangan dan tanggapan orang di sekitar. Anehnya, yang pertama kali terpikir adalah pendapat yang negatif dari mereka.

"Eh aneh ya dia."

"Yaelah norak banget"

Yang baru-baru ini bikin saya kepikiran terus adalah saya sekarang menggunakan kacamata. Dan menurut saya lagi, kebanyakan orang menggunakan kacamata sebagai aksesoris di wajah supaya terlihat lebih bagus penampilannya. Memang saya akui, cewek yang menggunakan kacamata terlihat lebih imut dan pintar.

Dan disini saya menggunakannya karna masalah kesehatan mata. Akhirnya saya jadi berpikiran negatif tentang pendapat dari lingkungan sekitar saya.

"Ih si bagas pake kacamata sekarang, gaya amat."

"Sok ganteng itu si bagas."

Ah, i hate my mind.

Kemudian setelah saya membaca dua buku, Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki dan Filosofi Teras karya Henry Manampiring akhirnya pemikiran saya sedikit berubah tentang orang lain.

Mereka sebenernya ga peduli sama kita, kenapa harus khawatir.

Sekarang setiap kemana-mana termasuk ke kampus, saya memilih menggunakan jaket yang sama, baju yang sama, dan celana yang sama modelnya. Yang tentunya nyaman ketika saya pakai. Bahkan saya membeli beberapa kaos dan celana dengan warna yang sama.

Tanggapan dari mereka?

Kebanyakan dari teman-teman saya ga memberikan tanggapan, sedikit yang menanyakan tentang penampilan saya. Mungkin hanya satu pertanyaan "kenapa sekarang pake kacamata?" dan itu bukan pertanyaan yang negatif yang harus saya benci, cukup jelaskan alasannya karna masalah kesehatan mata saya.

Selain itu juga waktu untuk membuat keputusan tentang "mau pakai apa hari ini?" pun tidak terlalu lama. Karna sudah jelas pakaian di lemari saya memiliki model dan warna yang sama, jadi ya tinggal pakai saja baju dan celana yang ada di tumpukan paling atas.

Dan akhirnya porsi berpikir untuk masalah itu bisa saya alihkan ke hal lain yang lebih penting dan mendesak.


Mau keluar cari makan
Abis berantem sama bug
Di kos tercinta
13:27, 20 November 2020