Skip to content
Bagas' Hideout

Belajar yang dibayar

Non-Teknis2 min read

Pada awal bulan november lalu, saya mendapat sebuah DM di Instagram dari salah satu teman dekat saya di kampus. DM itu berisi sebuah pertanyaan tentang apakah saya menguasai game engine Unity dan dilanjutkan dengan sebuah info bahwa temannya sedang butuh orang yang menguasai game engine tersebut. Tentu saja, ada duitnya. Saya membalasnya dengan menyuruhnya memberikan kontak WhatsApp saya ke temannya.

Selang dua hari, ada sebuah pesan masuk di WhatsApp saya. Pesan itu berasal dari temannya teman saya yang saya ceritakan di paragraf sebelumnya. Isi pesannya adalah permintaan untuk mengerjakan projek aplikasi milik kakaknya, yang digunakan untuk tugas akhirnya. Beberapa kali kami berkirim pesan, saya langsung dimasukkan ke dalam sebuah grup yang berisi dia dan kakaknya.

Saya lalu ngobrol dengan kakaknya dan kami sepakat untuk bertemu di sebuah cafe dekat kos saya. Beberapa hari kemudian kami pun bertemu dan mengobrol terkait detail projek dari segi perancangan, perkiraan hasil akhirnya, dan tentu saja biaya pengerjaannya.

Karena itu kali pertama saya mengambil projek di luar kampus, maka saya tidak mau menawar bayaran yang terlalu tinggi. Kami akhirnya sepakat untuk masalah bayaran dan kemudian kami membagi tugas untuk mengerjakan projek tersebut.

Karena itu tugas akhir miliknya, maka saya meminta untuk membuatkan perancangan dari aplikasi yang akan kami buat agar dia paham tentang konsep dari aplikasi yang jadi tugas akhirnya. Supaya dia lebih mudah mengerjakan di bagian penulisannya sih, hehehe.

Akhirnya saya pun mulai mengerjakan.

Total 3 minggu saya mengerjakan projek tersebut dan saya merasa mendapat banyak ilmu dari mengerjakan projek tersebut. Baik dari hal teknis maupun non teknis.

Dari sisi teknis, saya jadi tau beberapa hal yang bisa dilakukan di Unity yaitu diantaranya bagaimana penggunaan Scriptable Object, cara membuat objek 3D bisa diputar atau dirotasikan dengan nge-drag mouse, membuat Background Music atau BGM tetap berjalan walau berpindah scene menggunakan bantuan dari sebuah method bernama DontDestroyOnLoad() dan Singleton.

Kemudian untuk hal non teknis, saya belajar bagaimana berkolaborasi dengan si klien karna kebetulan kami mengerjakan bersama, saya membuat aplikasinya dan dia menyediakan asset seperti konten dan gambarnya. Belajar untuk konsisten mengerjakan sedikit demi sedikit setiap hari dan membagi waktu karna saya juga mengerjakan tugas akhir saya yang sampai sekarang tak kunjung selesai-selesai :D.

Juga belajar untuk menikmati proses, tidak terlalu khawatir dengan hasil akhir, dan tidak takut dengan revisi-revisi yang datang. Karena tidak ada hasil yang sempurna di percobaan pertama :D.

Akhirnya saya bisa menyelesaikan tepat waktu dan kami bertemu lagi untuk saya menyerahkan file projek serta men-demo kan di depannya, tentu saja untuk menerima bayarannya juga dong!

Saya bersyukur karena dia puas dengan hasil kerja saya dan surprisingly dia meminta untuk meng-extend lagi durasinya untuk dengan tujuan untuk pendampingan dia selama mengerjakan tugas akhirnya karena saya yang mengerjakan projeknya secara full, sampai januari dengan tambahan bayaran tentunya!

Well, kali ini saya merasakan arti dari pepatah "sekali mendayung, dua pulau terlampaui". Karena saya dibayar untuk belajar hal baru.