Skip to content
Bagas' Hideout

Ingin offline sejenak

Cerita2 min read

Ada beberapa buku yang sudah dibeli tapi belum dibaca.

Ada kerjaan yang selalu terhambat progresnya.

Ada tulisan yang berakhir menjadi draft karena tidak dilanjutkan.

Ada banyak hal yang ingin dipelajari tapi belum kesampaian.

Ada blog yang tampilannya baru saja berubah tapi hanya berisi 1 tulisan saja.

Banyak hal yang ingin dan perlu dikerjakan menjadi terhambat karena sebuah benda sebesar genggaman tangan yang banyak orang menyebutnya handphone, smartphone, iphone, vodafone, whatever it is.

Sangat berguna dan mengacaukan di saat yang bersamaan. Tentunya mengacaukan fokus karna sering menggunakannya di tengah-tengah proses mengerjakan sesuatu.

Entah itu karna ada pesan masuk, reminder, telfon masuk, ataupun keinginan untuk mengakses suatu aplikasi didalamnya.

Terutama mengakses sumber hiburan seperti layanan online streaming video dan media so-si-al.

Beberapa hari ini saya merasakan lagi hal yang pernah dirasakan berbulan-bulan yang lalu, yaitu kecanduan hiburan dan sosial media. Setiap hari, jam, menit selalu membuka smartphone untuk mencari hiburan padahal sedang ditengah-tengah mengerjakan sesuatu.

Seperti merasakan lapar tapi tidak pernah merasa kenyang walaupun sudah melahap banyak makanan. Selalu ingin melihat, menonton, membaca yang terbaru.

Hingga di satu titik, kepala terasa sangat berat dan kemudian malas melakukan aktivitas seperti biasanya. Beberapa kali merasakan hal ini dan kemudian saya menyimpulkan bahwa diri saya sedang kelelahan informasi.

Lelah karna otak kebanjiran informasi dan mau tidak mau harus memproses semuanya. Akhirnya menyebabkan susah untuk berpikir karena otak sudah lelah duluan.

Akibatnya menjadi terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu, sulit konsentrasi, tidak bisa mengambil keputusan dan yang paling parah adalah lupa dengan tujuan sebenarnya mengapa harus mengerjakan hal ini dan itu.

Kemudian muncul rasa FOMO atau Fear Of Missing Out, atau takut ketinggalan berita, kabar, dan keadaan. Ini salah satu alasan kenapa akhir-akhir ini saya selalu membuka sosial media, untuk selalu mengetahui kabar terbaru dari orang hebat yang saya ikuti, teman-teman dekat, hingga orang yang saya sukai.

Lelah rasanya, semua pekerjaan menumpuk seolah membuat aliansi bernama "Finish Us!". Selalu menunggu untuk diselesaikan layaknya dia yang menunggu keputusan gebetannya apakah pernyataan cintanya diterima atau tidak.

Ingin sekali rasanya offline sejenak. Meninggalkan dunia yang banyak orang sebut dunia maya ini. Kenapa merasa sebodoh ini harus mengetahui kabar terbaru mereka yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan saya.

Ingin sekali rasanya mempublikasikan hanya karya atau pencapaian saya, tidak harus selalu mempublikasikan kegiatan saya sehari-hari. Karena itu tidak penting dan semua orang tidak peduli dengan hal itu.

Ingin sekali rasanya mencari ketenangan, menciptakan kebahagiaan, dan mengurangi kebergantungan.

Perlahan bunuh diri di dunia maya sepertinya cara yang menarik dan menantang, dan semoga tidak reinkarnasi.

Semuanya akan baik-baik saja, dan tidak akan ada yang berubah apalagi mencari. Dan jika memang ada yang mencari, mereka akan tahu harus pergi kemana.

Sayonara!