Istirahat

Cover image

Kemarin atau sekitar sehari setelah tulisan ini dipublikasikan, aku sedang mengerjakan pembuatan aplikasi yang akan dipakai sebagai tugas akhir perkuliahanku. Seperti berbeda dari hari-hari yang lain, aku merasa sangat lelah tapi bukan secara fisik.

Melainkan dari pikiran.

Aku paksa untuk ngelanjutin, "Ayolah bagian ini tinggal sedikit lagi" aku berpikir seperti itu. Dan akhirnya selesai juga. Tapi entah kenapa setelah menyelesaikan itu, rasanya males banget buat buka laptop.

Aku berpikir semalaman, tidak biasanya aku seperti ini. Kenapa? Rasanya capek banget dan berat. Kemudian tadi pagi sekitar jam 10:24 WIB aku menghubungi salah satu teman dekatku, Mas Aul. Sebenarnya aku mengirim pesan ke grup, tapi kebetulan hanya dia yang menanggapi. Mungkin yang lainnya sedang sibuk. Tidak apa-apa.

Sedikit ngobrol dengan Mas Aul, aku bertanya apakah dia pernah mengalami apa yang saat ini aku alami. Ternyata dia sering mengalami dan sudah terbiasa. Akhirnya setelah kami mengobrol, aku mendapatkan sebuah solusi. Sederhana sih, tapi seringkali dilupakan.

Ya, Istirahat.

Aku kemudian berpikir, faktor apa saja yang related atau berhubungan dengan istirahat dan coba membuat pendapatku sendiri tentang beberapa faktor tersebut.

Menurutku, tentu saja kita beristirahat dikarenakan penat, mengurungkan niat untuk istirahat dikarenakan salah satu penyebabnya adalah dihantui deadline. Juga tidak mau jujur pada diri sendiri, bahwa diri sendiri sudah memberikan sinyal untuk beristirahat tapi masih berlagak sok kuat.

Tentang Penat

Penat merupakan hal yang wajar, itu adalah salah satu cara tubuh dan pikiran dalam memberikan sinyal bahwa mereka meminta kita untuk beristirahat. Tentang bagaimana tubuh dan pikiran ingin diperlakukan secara manusiawi dan bukan sebagai robot.

Beberapa ciri-ciri ketika penat atau kelelahan adalah tiba-tiba menjadi tidak fokus dengan apa yang dikerjakan, gelisah, menjadi berpikiran negatif, menjadi lebih cepat marah, dan kemudian badan terasa agak lemas.

Menurut pengalamanku, penat sering terjadi karena beberapa faktor. Pertama, karena memang sudah mengerjakan dalam durasi yang terlalu lama. Disini konteks terlalu lama setiap orang berbeda-beda, ada yang menganggap 1 jam merupakan durasi paling lama dalam mengerjakan sesuatu dan ada yang lebih dari 1 jam.

Dan durasi yang lama pun maksudnya bukan dalam waktu seminggu yang kita mengerjakannya 1 jam perhari, disini maksudnya adalah kurang lebih seperti lembur. Yaitu mencoba hanya dalam sekali duduk saja.

Yang kedua adalah terlalu berambisi untuk menyelesaikan satu tugas besar dalam durasi waktu yang sebentar. Sehingga akan terlalu banyak energi yang terbuang secara cepat yang kemudian menjadi lelah secara fisik dan pikiran.

Ketiga, karna dihantui deadline.

Dihantui Deadline

Melanjutkan yang diatas, salah satu faktor dari penyebab penat adalah karna dihantui deadline. Dan ternyata beberapa faktor tersebut seperti rantai yang saling berhubung satu sama lain yang bisa jadi awalnya berasal dari perencanaan yang kurang matang.

"Perencanaan yang kurang matang menyebabkan sering menunda pekerjaan tetapi juga dihantui oleh deadline yang kemudian mencoba menyelesaikan dalam waktu yang singkat dan kemudian akhirnya menjadi ngelembur atau mengerjakan dengan durasi yang lama dalam sekali duduk".

Banyak orang (termasuk aku) yang memiliki pola pikir SKS (Sistem Kebut Semalam) dalam menyelesaikan pekerjaannya. Terutama para pelajar, karena bukan cuman mahasiswa yang begitu. Seolah-olah lupa bahwa harusnya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Bukan bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian.

Yang menurutku mungkin itu juga salah satu penyebab kenapa millenial mengalami permasalahan pada kesehatan mentalnya. Karena tertumpuknya beban yang seharusnya bisa diselesaikan secara perlahan-lahan dan ditambah dengan batas waktu dari setiap beban tersebut.

Jujur pada diri sendiri

Self-love isn't selfish

Yups, mencintai diri sendiri bukanlah egois. Tapi tentang bagaimana mengerti keadaan diri sendiri dan cara memperlakukan diri sendiri dengan baik.

Ketika memang diri ini ingin istirahat, maka istirahatlah. Gausah sok kuat, sok tegar. Kasihan jiwa dan ragamu.

Nyuruh pacar buat istirahat aja sampe maksa gitu, tapi kenapa pas diri sendiri yang minta istirahat malah dicuekin aja?

Intinya memprioritaskan keadaan diri sendiri terlebih dahulu baru yang lain.

Penutup

Jika menurut kalian aku ini orangnya sok tau dan ngeyel, kalian benar. Sudah cerita panjang-panjang tapi aku tetep begini-begini aja.

Sabar sayang, process takes time

Kalau memang udah kerasa penat, istirahat dulu. Lakuin hal yang disukai kayak main game, nonton drakor, nonton anime, sosmed-an, apapun itu silahkan. Atau mungkin yang benar-benar istirahat seperti tidur.

Tunggu sampai hilang penatnya, dan cari mood buat lanjut ngerjain. Ketika udah dapet, baru deh lanjut ngerjain lagi dengan suka cita.

Jangan lupa dikerjakan semampunya aja, kalo belum selesai kan masih bisa dilanjut besok. Asal besok belum deadline sih.