Bukan Kata, Tapi Karya

Talking to audience, Photo from Unsplash

Sejak dari dulu sampai saat ini saya orangnya sedikit mencari, banyak pamernya. Modusnya sih berbagi ke teman-teman yang lain. Setiap mendapatkan hal baru, saya selalu memamerkannya ke yang lain padahal saya sendiri belum paham tentang isi dari hal tersebut.

Saya baru tahu tentang konsep State Management yang ada di React, saya pun langsung membagikannya ke kepada yang lain. Lewat berbagai macam media, tapi biasanya saya menggunakan Twitter dan Instagram.

Yups, dengan upload tweet, feed, stories baru mengenai hal tersebut. Pikiran saya langsung merasa bahagia dan tenang. Seperti ada obat penenang yang saya pakai ketika membagikan hal itu kepada yang lain padahal itupun baru sebatas baca dokumentasinya.

Dan yang menurut saya adalah hal paling berbahaya adalah cepat merasa puas. Ketika saya puas dengan sesuatu yang saya sudah dapatkan, biasanya saya akan berhenti mencari lebih dalam tentang itu.

Akhirnya saya sadar juga kalau hanya dengan sekedar kata tanpa adanya sebuah hasil nyata dari yang saya pelajari, itu semua hanya omong kosong.

Saya sudah membohongi diri saya sendiri, saya terlalu cepat menganggap paham sebuah hal padahal baru sedikit yang saya lakukan dan tenaga yang saya keluarkan untuk mencari hal itu.

Semakin berisi, semakin merunduk.

Maksud “Bukan Kata, Tapi Karya” yang ada pada judul adalah sebuah cara yang akan saya terapkan mulai ketika tulisan ini dipublikasikan.

Saya akan mencoba membuat tulisan di blog ini atau membuat sebuah toy project sebagai wadah percobaan untuk hal tersebut yang akan disimpan di github saya atau bertatap muka secara langsung dalam sebuah diskusi, mungkin (Ngebet banget pengen jadi pemateri lagi hahaha) dalam berbagi hal yang saya pelajari.

Terimakasih banyak sudah mau membaca curhatan saya. Semoga kamu lebih baik dari saya.