My Journey on June, 2019

Sebulan kemarin rasanya mubazir banget. Berasa kaya hilang arah, mungkin karena gaada tujuan sama sekali. Karena memang dibulan ini masuk kedalam suasana lebaran dan kebetulan juga sedang liburan juga. Rasanya memang waktunya buat istirahat sebentar.

Kepikiran buat ngerjain tugas soalnya banyak banget gila. Cuman ya itu, banyak godaan dirumah, jadi cuman bisa baca artikel aja dari hape yang serba terbatas karena masalah sinyal juga.

Kemudian lihat instastories mas Fariz Rizaldy yang sedang promote https://evilfactory.id/ yaitu sebuah wadah dimana kita bisa riset, bersenang-senang mencoba teknologi terbaru didalamnya. saya pun tertarik dan akhirnya join dengan evilfactorylabs hingga sekarang. Alhamdulillah anggotanya sudah 10++ dan lumayan aktif membahas beberapa teknologi baru dan sedang mencoba mengerjakan beberapa proyek yang sebenarnya ya sambil belajar juga. Sampai sekarang masih menjadi pendengar setia dan belum pernah berkontribusi terhadap proyek yang sedang digarap. Ada beberapa masalah yang buat saya belum berani untuk ikut berkontribusi.

Bingung mau mulai darimana
As a beginner, saya masih belum tahu mau mulai dari mana untuk berkontribusi ke dalam sebuah proyek yang dibilang lumayan besar. Modal berani aja belum cukup menurut saya, butuh setidaknya untuk memahami dasarnya terlebih dahulu supaya nanti bisa lebih mantap dalam pengembangan kedepannya. Nah, saya coba untuk sering membaca, bertanya kepada yang lebih tahu, dan mencobanya sendiri. Entah membutuhkan waktu berapa lama, yang pasti semua yang saya lakukan adalah investasi buat karir saya kedepannya.

Kurang familiar dengan tech stack yang digunakan
Ini merupakan salah satu penyebab dari masalah pertama diatas. Karena kurang familiar dengan teknologi yang digunakan, maka ya hasilnya jadi takut untuk memulai untuk berkontribusi.

Takut merusak workflow yang sudah dibangun
Ini juga masih berhubungan dengan 2 masalah diatas tadi. Karena dua masalah diatas, akhirnya muncul ketakutan. Takut jika mulai berkontribusi tapi belum faham dengan apa yang dibuat, maka hasilnya akan jauh dari kata maksimal dan yang ada malah akan merusak workflow yang sudah dibangun oleh tim yang sedang mengerjakan. (Untung member evilfactory yang lain baik-baik semua orangnya)

Ngga kerasa libur lebaran pun sudah mendekati akhir. Dan waktunya untuk kembali ke Jogja. Minggu awal berada dikos terasa sangat spesial karena ditemani sama bapak yang ikut ke Jogja karena ada keperluan. Kami berdiskusi tentang manajemen waktu.

Mulai menjalani hari-hari jadi mahasiswa seperti biasanya. Yah seperti biasanya, gaada yang spesial sih. Hari-hari terakhir di bulan juni pun saya habiskan dengan riset, entah itu belajar tentang pemrograman, manajemen waktu, teamwork, sampai belajar menahan marah dan baper (bawa perasaan), terhadap hal-hal yang ndak terlalu penting.

Target yang ingin saya capai di bulan Juli :

  1. Menyelesaikan base version dari skripsi yang sedang saya kerjakan bersama teman-teman kelompok skripsi pak giga tercinta.
  2. Lebih berkontribusi lagi di evilfactory, because i love evilfactory.
  3. Menyelesaikan tugas kuliah dengan baik, bukan sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt semata.
  4. Merutinkan kegiatan membaca saya yang sudah mulai hilang akibat kebanyakan instagraman.
  5. Mencoba lebih sering mendengarkan cerita orang lain, jadi pendengar yang baik. Soon ceritamu juga bakal saya dengar kok, kamunya aja yang belum mau cerita. Hahaha.

Tulisan ini terinspirasi dari artikel mas Fariz Rizaldy yang ini. Thanks to him who inspire me to make this article.