All Articles

Terpaksa, Terbiasa, Luar Biasa

Saat ini terdapat banyak orang berlomba-lomba dalam menguasai berbagai bidang yang mereka inginkan, termasuk saya. Dan saya mulai menyadari hal tersebut ketika saya memasuki dunia perkuliahan. Yang mana dunia ini memberikan warna yang berbeda dalam kehidupan saya.

Di sini saya melihat banyak sekali orang-orang yang berjuang keras bahkan rela begadang atau tidak tidur di malam hari demi tujuan yang ingin mereka capai. Baik itu tujuan kecil bahkan tujuan terbesar hidup mereka.

Namun, kebanyakan tujuan kita terkadang berdasarkan orientasi yang belum tepat (menurut pendapat pribadi dan berdasarkan pengalaman saya). Contohnya adalah hal yang sudah umum dikalangan para pelajar dan mahasiswa yaitu “demi nilai”. dengan ini mereka (termasuk saya sendiri) akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan nilai yang memuaskan tapi tanpa memahami apa yang telah dikerjakan tersebut.

Hal itu saya sadari ketika sudah sekitar 3 semester merasakan dunia perkuliahan. Tidak harus dengan nilai bagus saya bisa menjadi orang yang berguna bagi lingkungan disekitar saya. Dan ketika saya sudah mendapatkan nilai yang memuaskan, berarti tujuan saya sudah tercapai.

Pada situasi seperti ini, orang akan merasakan virus yang sangat mematikan yaitu “Rasa Malas”. Santai, selow, dan nanti aja adalah kata-kata yang sering terucap. Padahal didepan saya masih banyak hal yang menunggu untuk di eksplorasi dan akhirnya saya pun terhenti untuk menjadi produktif.

If you want to reach your goals, all you need is struggle, sacrifice, and consistent. I believe that we have more than one goal. So keep struggling and stay consistent to reach all of our goals.

— My Humble Opinion

Kemudian akhirnya menyusun rencana adalah solusinya. Rencana dalam kurun setahun, sebulan, bahkan sehari dapat membantu dalam menjaga supaya tetap produktif dan terarah.

Lalu selanjutnya apa lagi? Tentu saja tidak mudah dalam menjaga supaya stay on track dalam tujuan yang telah dibuat di awal tadi. Kuncinya sangat mudah. Ada 3 prinsip yang saya terapin buat menjalani semua rencana yang udah saya buat.

Terpaksa,

Hal pertama yang pertama saya lakukan dalam menjalani rencana atau planning yang saya buat adalah merasa terpaksa. Karena dengan merasa terpaksa, menjadikan goals yang akan saya capai itu adalah sesuatu yang hukumnya Fardhu’ain (wajib) untuk dilaksanakan. Memberikan rasa takut yang mendorong saya untuk menyelesaikan sehingga tidak akan terabaikan rencana saya tersebut.

Terbiasa,

setelah membuat planning, mengerjakan secara terpaksa dan akhirnya berhasil. Akhirnya termotivasi dan terpacu kembali untuk melanjutkan apa yang dikerjakan pada esok hari. Sehingga menjadi terbiasa atau malah menjadi ketergantungan untuk selalu mengerjakan hal tersebut.

Luar Biasa,

ini adalah efek yang diberikan setelah saya bisa menyelesaikan rencana yang telah dibuat. menjadikan pengalaman bertambah dan mulai menganggap kalau diri sendiri ini luar biasa karena bisa menyelesaikan hal yang sebelumnya mustahil untuk dilakukan menurut saya.

Itulah salah satu kesimpulan yang saya temukan setelah berpindah dari “alam siswa” ke “alam mahasiswa”. Hal yang didapatkan karena kegelisahan terhadap diri sendiri karena merasa hidup seperti tanpa tujuan.


Rasa penasaran itu obatnya mencoba. setelah mencoba akan terbiasa, dan terbiasa melakukan hal yang baru membuat diri ini semakin luar biasa.



Ditulis sambil minum Coca-Cola
Menikmati malam minggu sendirian
Di kamar kos tercinta
Bantul, Yogyakarta