Prioritas

Cover image

Diawal tahun 2020 ini tepatnya setelah selesai Kuliah Kerja Nyata (KKN), aku ngerasa hilang arah terhadap apa yang harus dilakukan. Tentang apa yang harus dikerjakan dan segera diselesaikan. Mau ngerjain skripsi pun rasanya males banget.

Akhirnya cuman rebahan doang setiap hari. Kayak orang nggak ada kerjaan, padahal sadar kalo sebenarnya kerjaan itu ada dan udah antri menunggu untuk diselesaikan.

Terus apa yang aku lakukan?

Menambah kerjaan baru.

Yeps, aku nambah kerjaan baru dengan mendaftar internship atau magang di salah satu perusahaan start-up yang baru berdiri di daerah Jogja. Dan akhirnya memulai internship tepat di awal februari sebagai Front-end Web Programmer disana.

Memang banyak keuntungan yang didapat. Seperti mendapatkan ilmu baru, teman baru, dan jadi mendapatkan pengalaman bekerja secara profesional (meskipun belum digaji saat itu).

Tapi tetap saja, menambah pekerjaan tidak akan membuatmu bahagia. Jujur aku ngerasa menjadi terbebani dan kepikiran terus tentang kapan aku bisa mengerjakan pekerjaan lama seperti tugas kuliah dan skripsi yang udah lama menunggu untuk diselesaikan.

Dan kebetulan perusahaan start-up tempat aku magang ini baru benar-benar berdiri yang masih kekurangan karyawan. Sehingga pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas karyawan tetap pun diserahkan ke anak magang. Banyak dan lumayan berat adalah dua kata kunci dari tugas-tugas yang mereka berikan.

Nggak protes, tetep asyik. Karena lingkungannya sangat mendukung untuk berkembang sehingga nggak ada ruginya sama sekali. Ah mungkin aku bakal bahas tentang pengalaman magang di tulisan selanjutnya.

Balik lagi, akhirnya sempat berfikir untuk berhenti magang lebih awal karena selalu tidak mendapat kesempatan untuk mengerjakan skripsi. Alhamdulillah, kemudian datang pandemi COVID-19 ini (harusnya malah ga bersyukur sih, haha) yang membuatku sempat merasakan WFH atau Work From Home.

Dan kemudian mengakhiri lebih awal masa magang karena kebutuhan koneksi yang kurang di kampung halaman. Takut mengganggu workflow yang ada di kantor.

Akhirnya aku mereset ulang tentang apa yang harus ku lakukan dan mulai menentukan prioritas. Prioritas menurut KBBI adalah hal atau sesuatu yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Hal itu bisa berupa pekerjaan, benda, lokasi, dan orang.

Contohnya adalah ketika ingin membeli sabun di minimarket. Maka prioritasnya adalah sabun, jadi usahakan untuk mendahulukan membeli sabun ketimbang keperluan yang lain. Simple.

Kenapa Harus Diutamakan

Menurutku, mengutamakan sesuatu suatu hal terlebih dahulu ketimbang hal yang lain itu penting. Karena dengan begitu, jadi lebih tau mana yang harus dikerjakan, dicari, dimakan, dan lain-lain.

Dan mengurangi beban pikiran juga tentunya.

Kemudian bisa juga untuk melakukan perencanaan, seperti memprioritaskan untuk menabung yang bertujuan untuk biaya pernikahan dan kehidupan setelah menikah kelak. Atau memprioritaskan makan buah-buahan setiap hari demi menjaga kesehatan tubuh.

Intinya dengan adanya sesuatu atau hal yang diutamakan, maka kegiatan sehari-hari bisa lebih teratur dan lumayan mudah untuk menjalaninya karena sudah tau apa yang harus diutamakan.

Monotasking

Aku adalah seorang monotasker. Monotasker adalah seseorang yang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan pada satu waktu. Hal ini pun aku sadari ketika menjalani masa magang yang sudah aku ceritakan diatas.

Karena awalnya aku berpikiran bahwa aku bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu atau Multitasking. Dan ternyata tidak, tidak ada hal yang pernah aku selesaikan ketika aku berpikiran seperti itu.

Jadi Monotasking adalah merupakan tindakan hanya melakukan satu tugas atau satu aktivitas saja, dengan perhatian penuh dalam satu waktu.

Kata kuncinya disini adalah dengan perhatian penuh. Dulu, aku sering mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Sehingga yang terjadi adalah perhatianku terbagi ke beberapa hal secara tidak penuh.

Apa yang terjadi?

Akhirnya semua hal yang aku kerjakan pada waktu itu pun tidak ada yang selesai atau jika selesai, itu hanya sebatas selesai saja.

Karena membagi perhatian ke beberapa hal sekaligus itu menurutku membutuhkan lumayan banyak tenaga. Dan yang terjadi adalah sebelum semuanya selesai, aku sudah kehabisan tenaga duluan.

Akhirnya burnout, yang kemudian memberikan feedback ke pikiran bahwa pekerjaan ini tidak akan pernah selesai. Kemudian males buat ngelanjutin. Dan jadinya gak selesai pekerjaannya.

Maka dari itu sekarang aku mencoba menyelesaikan semuanya satu persatu dengan perhatian penuh. Sebelum yang ini selesai, aku tidak boleh mengerjakan yang lain. Dan disinilah aku mengimplementasikan prioritas. Menentukan mana hal yang penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu daripada yang lain.

Menganggap Remeh

Aku dulu tidak pernah menganggap remeh apapun, sehingga semua aku kerjakan dengan perhatian penuh supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Yang akhirnya masuk kedalam lingkungan perkuliahan, dimana banyak sekali model-model manusia yang hidup dilingkungan ini.

Ada yang ambisius, santai, pendiam, sok-sokan, ngeyel, dan masih banyak lagi.

Dan aku sekarang berada di lingkungan dimana beberapa temanku ada yang menganggap remeh perkuliahan. Yak, golongan yang berpikiran bahwa kuliah itu hanya formalitas, untuk menyenangkan orang tua dengan gelar aja, dan lain-lain.

Plus lingkungan penuh dengan sambat atau mengeluh. Tiap hari ada aja yang dieluhkan, mulai dari masalah perkuliahan sampai masalah cinta. Dan semuanya bersifat negatif, gaada yang positif sama sekali.

Terjebak di lingkungan ini bikin aku meremehkan tentang perkuliahan. Yang kemudian membuatku menjadi malas untuk mengerjakan apapun yang berhubungan dengan perkuliahan. Padahal dulu aku selalu memberikan perhatian penuh terhadap hal ini.

Akhirnya mencoba kembali untuk membuat semuanya menjadi penting dan harus diselesaikan. Lagi-lagi tetap menggunakan konsep prioritas dengan menyelesaikan satu persatu masalah atau pekerjaan yang harus diselesaikan dengan perhatian penuh.

Sehingga setidaknya jika hasilnya tidak maksimal pun tidak apa, yang penting usahaku sudah maksimal untuk mengerjakannya.

Penutup

Aku yakin setiap orang pasti punya prioritasnya masing-masing, yang tidak perlu membaca tulisan ini pun pasti sudah tau tentang apa yang menjadi prioritasnya.

Yah, aku pun menulis ini hanya untuk berbagi pengalamanku dan sebagai pengingat aja. Tapi aku harap semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian yang membaca.

Karena memang ini merupakan salah satu keresahanku, jadi ya aku tulis aja deh disini.

So, apa yang jadi prioritas utamamu saat ini?